Mari berbagi, mendukung, dan membantu satu sama lain
Mental health sangat penting dalam kehidupan kita semua, tetapi sebagian orang membutuhkan bantuan. Kampanye ini bertujuan untuk membantu dan mendukung orang yang mengalami gangguan dengan kesehatan mentalnya untuk menjadi lebih terbuka.
Banyak orang sedang mengalami masalah/gangguan mental dan tidak dapat berbicara hal tersebut kepada orang lain dan tidak mendapatkan dukungan dan bantuan. Dengan berbicara lebih banyak, kita dapat mengurangi stigma dan membantu. Kesehatan Mental harus dipeduli oleh semua orang, bukan hanya diri sendiri.
Banyak orang sedang mengalami masalah/gangguan mental dan tidak dapat berbicara hal tersebut kepada orang lain dan tidak mendapatkan dukungan dan bantuan. Dengan berbicara lebih banyak, kita dapat mengurangi stigma dan membantu. Kesehatan Mental harus dipeduli oleh semua orang, bukan hanya diri sendiri.
Gangguan kesehatan jiwa bisa dipicu dengan beberapa kondisi. seperti cedera pada kepala, faktor genetik ,menghadapi kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan, mengalami kekerasan saat masih kecil, memiliki gangguan pada otak, mengalami diskriminasi, kehilangan seseorang terdekat ,menghadapi permasalahan sosial, terawat keluarga atau teman yang memiliki sakit kronis, tidak memiliki pekerjaan, atau tunawisma, pengaruh alkohol, atau obat-obatan, stres berat dalam jangka waktu yang lama, minim interaksi sosial, tinggal pada lingkungan yang buruk, bahkan mengalami trauma yang signifikan
Apa itu Stigma dalam konteks Kesehatan Mental? Stigma adalah pandangan buruk/perasaan negatif terhadap orang dengan tantangan kesehatan mental yang membuat mereka merasa malu dan tidak nyaman, takut berbicara. Kita tidak mau seseorang memiliki pikiran seperti itu bukan? Jadi, mari membuat perbedaan dan membantu orang dengan masalah mental mereka. Orang dengan masalah mental membutuhkan bantuan dan dukungan dari seseorang.
Salah satu masalah yang kita sering menghadapi adalah sesuatu yang bernama “disregulasi emosional” artinya ketidakmampuan seseorang untuk mengatur, mengelola, atau merespons pengalaman emosional secara proposional, hampir sama dengan sesuatu yang bernama “overthinking”.
Pastinya, bagaimana cara kita dapat membantunya? Dengan mendengarkan tanpa menghakimi dan mengajak mereka berbicara tentang perasaan dia, dan Selalu ada untuk dia karena dia tidak harus melawan masalah mental ini sendirian, tetapi dengan bantuan dan dukungan. Jika kamu memiliki masalah mental/ingin berbicara tentang perasaanmu mengenai sesuatu, masuk dalam group chat kita bernama “Talk about it” dan berbicara tentang apapun yang sedang kamu alami karena disini adalah tempat aman untuk membicarakan apapun.
Ini adalah kutipan yang mungkin anda perlu mendengarkan, “ langkah pertama selalu susah”. Menemukan kesulitan dalam sesuatu adalah hal yang lumrah, jadi janganlah menyerah dan tetap semangat, hal tersebut akan menjadi lebih gampang dan baik.
Kamu juga dapat membantu dengan mengingatkan bahwa semua akan menjadi lebih baik dan menenangkan seseorang. Dengan melakukan hal-hal yang gampang ini, bukan hanya akan membantu orang lain, tetapi juga membantu dirimu sendiri. Kamu akan merasa senang dan bangga bahwa kamu melakukan hal-hal tersebut, kamu menjadi orang lebih baik, lebih benar, dan itu sangat bagus untuk dirimu. Kamu akan merasa bangga akan dirimu yang melakukan sesuatu yang dapat merubah sesuatu dalam pikiran orang lain.
Kita semua dapat melakukan sesuatu bagi dunia ini dan bagi orang-orang yang memiliki masalah mental, berbicara kepada teman-teman dan keluargamu. Mari membuat lingkungan saling mendukung bagi semua kita. Jangan lupa untuk membantu karena orang membutuhkan dukungan, dan kamu dapat memberikannya.
Jika kamu merasa sedih/memiliki masalah mental, pergilah ke fasilitas perawatan kesehatan mental terdekat atau terapis, tanyakan kepada orang yang Anda percayai/wali Anda. Jangan lupa kamu tidak sendirian, kamu dapat komunitas yang mendukungmu agar kamu dapat berkembang, bertumbuh, dan menjadi orang lebih baik. Dengan peduli dan bantuan, kita dapat membuat perbedaan!
Jadi, ketika seseorang itu berani bercerita, nekat bercerita, itu biasanya ada rasa lega, atau rasa puas. Namun, yang harus diluruskan lagi adalah saat kita menceritakan suatu pengalaman trauma, kita harus bisa membedakan, sebenarnya mana sih victim experiences, kamu harus ingat kamu tidak sendiri, dan menyakiti diri sendiri bukanlah solusi.
